Rab. Agu 4th, 2021

Turun Jalan, Mahasiswa Pertanyakan Fungi Infrastruktur Pertanian

Kota – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro, Jumat (25/09) pagi, melakukan aksi turun jalan. Mereka turun jalan untuk memperingati Hari Tani Nasional (HTN) setiap 24 September. Sekitar 20 mahasiswa di bawah koordinator Adi Nugroho memulai aksinya di Bundaran Adipura.

Usai menggelar orasi di bundaran Adipura, mereka melanjutkan aksi  ke gedung DPRD Bojonegoro.  Selama berjalan melewati Jalan Diponegoro dan Trunojoyo, para aktivis itu terus berorasi. Dalam aksi turun jalan ini aktivis mahasiswa di dampingi Ketua PMII Cabang Bojongoro Ahmad Dhili Nasrullah.

Di depan gedung DPRD para pengunjuk rasa kembali berorasi. Mereka mempertanyakan kebijakan dan hasil-hasil pembangunan Pemkab Bojonegoro terkait infrastruktur pertanian. Pengunjuk rasa menyoroti ketidak fungsian pembangunan embung, saluran pengairan, dan HIPA, pada saat musim kemarau tahun ini.

Ahmad Dhili Nasrullah dalam orasinya mengatakan, sejumlah daerah terlanda kekeringan. Petani terancam gagal panen. Akibatnya terjadi penurunan tingkat kesejahteraan petani di Bojonegoro. Sangat ironi, padahal kabupaten ini terkenal kaya dengan hasil migasnya.

“Saat ini permasalahan air-lah yang menjadi persoalan dan harus segera terpecahkan. Banyak para petani yang membiarkan sawahnya kering dan tanpa ditanami apapun, Karena sulitnya mencari sumber air,” ujarnya.

Pengunjuk rasa berharap, pemerintah  kabupaten bisa mengatasi dan mengantisipasi kondisi tersebut.  Misalnya dengan memanfaatkan Sungai Bengawan Solo lebih optimal untuk mengatasi pengairan lahan pertanian. (humas)

*) Foto aktivis PMII unjuk rasa di bundaran adipura

Comments

comments