Sen. Sep 27th, 2021

Warga Babat Demo Tambang Pedel Baureno

Baureno – Sekitar 50 warga Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menggelar unjuk rasa dengan menutup jalan jurusan Babat-Bojonegoro, Minggu (11/10) pagi tadi.

Pagi tadi, sejak pukul 08.00 WIB, warga Desa Karang Kembang berkumpul dan menutup jalan Babat-Bojonegoro, bertempat di pertigaan jalan menuju lokasi pertambangan batu Kapur atau pedel (Galian C) PT. Wira Bumi yang terletak di Desa Gajah Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Dukuh Karang Asem, Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada PT Wira Bumi untuk membuat jalan beraspal agar tidak banyak debu yang mengganggu dan menyesakkan pernapasan warga. Selain itu menuntut agar dalam mengerjakan proyek penambangan, perusahaan lebih memperhatikan akibat yang ditimbulkan oleh aktifitas penambangan tersebut. Mereka meminta agar penambangan tidak dilakukan seharian.

“Pengakutan pedel mulai jam 7 pagi dan harus diakhiri jam 5 sore agar kami ada waktu untuk menghirup udara segar,” pekik Arifin, warga Desa Karang Kembang, koordinator aksi.

Arifin mengungkapkan bahwa adanya aktivitas penambangan batu kapur oleh PT Wira Bumi, mengakibatkan terjadinya pencemaran udara. “Debu yang berterbangan itu sangat mengganggu dan menimbulkan sesak napas warga Karang Asem yang merupakan jalur laluan oleh truk penambang itu,” ujar Arifin kepada BBC.

Selain itu, pengunjuk rasa juga menuntut PT Wira Bumi untuk memberi kompensasi berupa uang jaminan kesehatan dan kebersihan rumah sebesar Rp. 500.000/ bulan bagi warga yang terdampak langsung, yang tinggal di tepi jalan laluan truk pemuat pedel tersebut, serta Rp. 300.000 bagi yang tinggal di gang-gang perkampungan.

Akibat kegiatan tersebut, aktivitas penambangan untuk sementara dihentikan dikarenakan truk tidak bisa lewat. Sehingga kemudian dilakukan koordinasi antara Kepala Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Mahyun, dengan Kades Karang Kembang Kecamatan Babat, Hendri, yang difasilitasi oleh Kapolsek Babat dan Kapolsek Baureno.

“Untuk sementara kegiatan penambangan dihentikan dan menunggu pertemuan antar kedua belah pihak (PT. Wira Bumi dengan pengunjuk rasa, warga Karang Kembang), namun untuk truk yang sudah memuat pedel dipersilahkan melanjutkan pengangkutan,” ujar AKP Mashadi, Kapolsek Baureno.

Setelah menyampaikan tuntutan, para pengunjuk rasa itu membagikan masker kepada masyarakat sekitar lokasi. Aksi unjuk rasa tersebut berjalan tertib dengan pengamanan Polsek Baureno dan Polsek Babat.

Pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka berjanji akan menunggu hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh PT Wira Bumi. (Humas)

Comments

comments