Warga Ngraho Meninggal Dunia Diduga Tersambar Petir

0

Bojonegoro – Nasib nahas menimpa seorang warga Dusun Keloran RT 009 RW 004 Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro bernama Sukardi (54), pada Senin (18/12/2017) sekira pukul 17.00 WIB sore, ditemukan meninggal dunia diduga teesambar petir di area bengkok persawahan milik kepala desa setempat.

Saat itu, korban sedang mencari rumput untuk pakan ternak dan diduga korban meninggal dunia akibat disambar petir.
Menurut keterangan Kapolsek Ngraho, AKP H Purwanto S SH, yang dikutip dari keterangan saksi Pariono (34) dan saksi Miftakul Amin (21), keduanya masih kerabat korban, bahwa pada Senin (18/12/2017) sekira pukul 16.40 WIB, saksi Pariono memberitahu pada saksi Miftakul Amin, bahwa korban belum pulang dari mencari rumput di sawah.

“Selanjutnya kedua saksi bersama-sama melakukan pencarian di area psawahan dan menemukan sepeda milik korban.” terang Kapolsek.

Setelah itu, kedua saksi terus melakukan pencarian dan sekira pukul 17.00 WIB, saksi menemukan korban dalam posisi tengkurap di tengah sawah bengkok milik Kades Sugihwaras, Tamudiono.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” lanjut Kapolsek.
Mengetahui hal tersebut, selanjutnya kedua saksi melapor kepada perangkat desa setempat dan selanjutnya oleh perangkat desa kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Ngraho.

Kapolsek menambahkan, setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan petugas medis dari Puskesmas Ngraho, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.
“Setelah dilakukan olah TKP, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka.” imbuh Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, berdasarkan hasil Visum Et Repertum (VER), oleh tim medis yang dipimpin dr Punita Surya dari Puskesmas Ngraho, diketahui kepala pupil medriasisi, telinga sebelah kiri keluar darah, leher sampai punggung sebelah kiri terdapat luka bakar panjang 60 sentimeter dan lebar 10 sentimeter.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban akibat tersambar petir,” tegas Kapolsek.

Atas peristiwa ini, ahli waris korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan dibuatkan surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi mayat. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara yang diketahui dan disaksikan perangkat desa setempat, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Menyikapi peristiwa tersebut, tak lupa melalui media ini Kapolsek menghimbau kepada warga masyarakat agar disaat cuaca buruk, utamanya saat turun hujan yang disertai petir, agar tidak berada di tempat terbuka seperti pesawahan atau lapangan.

Comments

comments

Share.

About Author

1