Warga Purwosari Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Sungai, Diduga Epilepsi Kambuh

0

Bojonegoro – Patemin (45), Seorang warga Gapluk RT 011 RW 04 Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (15/05/2018) sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi, ditemukan meninggal dunia, terapung di Sungai Giling, yang berada belakang rumah korban.

Menurut keterangan keluarganya, sejak kecil korban menderita keterbelakangan mental dan mengidap penyakit epilepsi. Diduga saat korban berada di pinggir sungai, sakit epilepsinya kambuh dan tidak ada yang menolong sehingga korban terjatuh ke dalam sungai sehingga tenggelam dam meninggal dunia.

Kapolsek Purwosari , AKP Musantoyo, kepada awak media ini menerangkan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Selasa (15/05/2018) sekira pukul 09.00 WIB, korban keluar rumah, hendak membersihkan pekarangan belakang rumahnya yang berjarak sekitar 30 meter dengan bibir sungai.

Diduga saat berada di bibir sungai, penyakit epilepsi kambuh dan tidak ada yang menolong sehingga korban terjatuh ke sungai yang terdapat air dengan kedalaman sekira 50 sentimeter, yang tidak mengalir karena dibendung untuk pengairan sawah, hingga akhirnya korban tenggelam dan meninggal dunia.

“Kemudian korban ditemukan oleh warga sudah dalam keadaan terapung di sungai, dengan posisi tengkurap membujur kearah selatan.” ,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan dari keterangan keluarganya, pada Senin (14/05/2018) pagi, penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh, namun kurang lebih 15 menit korban kebali sadar.

“Kejadian tersebut sering kali dialami korban sejak kecil.” imbuh Kapolsek.

Sementara dari hasil identifikasi, lanjut Kapolsek, didapati ciri-ciri mayat, panjang mayat 160 sentimeter, rambut pendek ikal hitam beruban, kulit sawo matang.

“Korban ditemukan tidak memakai baju dan menggunakan celana pendek warna hitam, Lanjut Kapolsek.

Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan baik pada bagian kepala maupun tubuh korban.

“Korban meninggal dunia akibat tenggelam,” jelas Kapolsek.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, orang tua korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan dibuatkan surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi mayat.

“Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara yang diketahui dan disaksikan perangkat desa setempat, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.” lanjut Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author

1